empty
 
 
03.03.2026 10:42 AM
GBP/USD. 3 Maret. Pound Terus Melemah

Pada grafik per jam, pasangan GBP/USD turun pada hari Senin menuju level support 1,3352–1,3362 dan hari ini berpeluang besar untuk terkonsolidasi di bawah area tersebut. Penutupan seperti ini akan memungkinkan pelaku pasar mengantisipasi kelanjutan penurunan pound menuju level Fibonacci 61,8% di 1,3294 dan kemudian lebih jauh ke 1,3240. Rebound dari level support mana pun dapat memicu penguatan pound, namun saya tidak akan mengandalkan kenaikan yang terlalu kuat pada tahap ini. Untuk hari kedua berturut-turut, pasar terus memasukkan faktor perang di Timur Tengah, yang semakin meluas dan menyebar ke seluruh kawasan.

This image is no longer relevant

Struktur gelombang tetap bersifat "bearish." Gelombang naik terakhir yang sudah selesai gagal menembus puncak sebelumnya, sementara gelombang turun yang baru justru berhasil menembus titik terendah sebelumnya. Untuk menggeser tren menjadi "bullish," diperlukan konsolidasi di atas puncak terbaru di 1,3573 atau terbentuknya dua gelombang bullish berturut-turut. Dalam beberapa bulan terakhir, latar belakang berita untuk pound tergolong lemah, dan faktor geopolitik memberikan keunggulan yang jelas bagi kubu bearish di pasar.

Pada hari Senin, satu-satunya rilis data yang layak diperhatikan adalah indeks ISM AS, dan laporan itu pun berpihak pada kubu bearish. Pihak bullish masih berhasil menstabilkan situasi pada paruh kedua hari itu, namun pada hari Selasa kubu bearish kembali melancarkan serangan dengan kekuatan baru. Saat ini, semua trader sudah melihat dengan jelas mengapa dolar menguat dan mengapa mata uang yang lebih berisiko melemah. Menurut pandangan saya, pound Inggris dan euro sesungguhnya tidak dapat sepenuhnya dikategorikan sebagai mata uang berisiko dalam arti yang ketat. Keduanya didukung oleh perekonomian yang cukup stabil dan kuat. Namun secara historis, ketika muncul konflik geopolitik berskala besar, pasar cenderung kembali pada dolar AS yang lama dan terpercaya. Dengan demikian, secara tak terduga, mata uang Amerika mendapat dukungan kuat pada 2026, meskipun awal tahun sama sekali tidak menjanjikan sesuatu yang positif baginya. Latar belakang berita berubah dengan sangat cepat, dan fokus perhatian para trader telah sepenuhnya bergeser dari kebijakan moneter dan indikator ekonomi ke perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Baik Amerika Serikat, sekutunya, maupun Iran tidak menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk duduk di meja perundingan.

This image is no longer relevant

Pada grafik 4 jam, pasangan ini memantul dari batas atas saluran tren menurun dan kembali ke level support 1,3369–1,3435. Pantulan dari zona ini sekali lagi akan mendukung mata uang Inggris dan membuka peluang kenaikan menuju 1,3795. Penutupan di bawah level 1,3369–1,3435 akan memungkinkan ekspektasi penurunan lanjutan menuju area 1,3118–1,3140. Saat ini tidak terlihat adanya divergensi yang muncul pada indikator mana pun.

Laporan Commitments of Traders (COT):

This image is no longer relevant

Sentimen kategori trader "Non-commercial" menjadi lebih bearish selama pekan pelaporan terbaru, yang dalam kondisi saat ini tidak lagi terlihat sebagai sesuatu yang kebetulan. Jumlah posisi long yang dipegang oleh spekulan berkurang 14.802, sementara posisi short hanya turun 134. Kesenjangan antara posisi long dan short kini berada di kisaran 67.000 berbanding 124.000. Dalam beberapa bulan terakhir, pihak bearish lebih sering mendominasi, meskipun situasi pada kontrak euro justru berkebalikan. Saya masih belum sepenuhnya yakin akan terbentuknya tren bearish yang berkelanjutan untuk pound, tetapi kini semuanya tidak lagi bergantung pada data ekonomi atau kebijakan trading Trump, melainkan pada durasi dan skala perang di Timur Tengah.

Selama setahun terakhir, pound tampak sebagai mata uang yang lebih aman dibandingkan dolar — lebih stabil dan dengan prospek ekonomi yang lebih jelas. Namun dalam beberapa bulan terakhir, koreksi mulai terjadi ketika tren bullish masih bertahan, dan kemudian konflik di Timur Tengah mulai meningkat hampir setiap hari. Negosiasi mengenai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran telah gagal, sehingga dolar kini menguat karena faktor geopolitik. Berapa lama penguatan dolar akan berlanjut akan bergantung pada perkembangan situasi di Timur Tengah.

Kalender Berita untuk AS dan Inggris:

Pada 3 Maret, kalender ekonomi tidak memuat rilis penting. Latar belakang informasi tidak akan memengaruhi sentimen pasar pada hari Selasa, meskipun berita dari Timur Tengah mungkin muncul.

Prakiraan dan Saran Trading GBP/USD:

Peluang jual muncul setelah penutupan candlestick per jam di bawah level 1,3437–1,3470, dengan target 1,3352–1,3362. Target tersebut telah tercapai. Posisi short dapat tetap dipertahankan dengan target di 1,3294 dan 1,3240 jika terjadi penutupan di bawah level 1,3352–1,3362. Dalam kondisi saat ini, saya tidak mempertimbangkan posisi long.

Level Fibonacci digambar dari 1,3470–1,3010 pada chart per jam dan dari 1,3431–1,2104 pada chart 4 jam.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.