empty
 
 
04.05.2026 09:35 AM
Pasar saham pada 4 Mei: S&P 500 dan Nasdaq melanjutkan penguatan

Pada hari Jumat lalu, indeks saham ditutup bervariasi. S&P 500 naik 0,29%, sementara Nasdaq 100 menguat 0,89%. Dow Jones Industrial Average turun 0,31%.

This image is no longer relevant

Indeks saham Asia mendekati rekor tertinggi di tengah optimisme terhadap pasar AI dan hasil kinerja yang lebih kuat dari perkiraan dari perusahaan teknologi besar. Indeks MSCI Asia Pacific naik 2,2%, mendekati titik tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 27 Februari, tepat sebelum konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dimulai. Indeks Korea Selatan dan Taiwan menguat lebih dari 4,5%. Saham produsen chip juga reli: Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. melonjak 6,6%, dan SK Hynix Inc. naik 11%.

Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh gelombang antusiasme terhadap AI dan laporan keuangan positif dari para raksasa teknologi terkemuka yang melampaui ekspektasi analis. Para investor menunjukkan minat yang meningkat terhadap perusahaan yang secara agresif mengembangkan teknologi AI. Inovasi mereka menjanjikan transformasi berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan dan transportasi hingga hiburan dan keuangan, dan kombinasi fundamental yang kuat serta potensi komersialisasi menjadi landasan tesis jangka panjang yang konstruktif bagi sektor teknologi.

Laporan keuangan emiten berkapitalisasi besar mengonfirmasi tren ini. Laporan tersebut menunjukkan bukan hanya pertumbuhan pendapatan dan laba yang tetap tangguh, tetapi juga penerapan inovasi yang sukses — bukti fundamental yang kuat dan kemampuan beradaptasi dengan lanskap teknologi yang berubah sangat cepat.

"Pasar saat ini berkinerja baik karena perdagangan yang didorong oleh AI dan hype seputar AI," kata Pepperstone Group. "Namun gejolak geopolitik ini, serta tingginya harga minyak, selalu menjadi faktor pembatas."

Hari ini, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 kembali menguat setelah indeks Wall Street ditutup pada level tertinggi baru pada hari Jumat.

Minyak Brent diperdagangkan dengan volatilitas tinggi — sempat turun sekitar 2,4%, lalu berbalik menghapus pelemahan tersebut dan bergerak nyaris datar di sekitar $108 per barel. Pergerakan tajam ini terjadi setelah pernyataan Presiden Donald Trump bahwa mulai Senin, AS akan mengarahkan kapal-kapal yang tidak terlibat melalui Selat Hormuz. AFP melaporkan seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa Teheran akan memandang intervensi AS di selat tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.

This image is no longer relevant

Adapun untuk gambaran teknikal S&P 500, tugas utama pembeli hari ini adalah menembus resistance terdekat di $7.256. Hal itu akan membantu mengonfirmasi potensi kenaikan dan membuka peluang dorongan menuju $7.283. Prioritas lain bagi kubu bullish adalah mempertahankan kendali di atas $7.300, yang akan memperkuat posisi pembeli. Jika terjadi pergerakan turun seiring meredupnya selera risiko, pembeli harus bertahan di sekitar $7.233. Penembusan level ini kemungkinan akan mendorong instrumen kembali ke $7.210 dan membuka jalan menuju $7.190.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.