empty
 
 
13.05.2026 12:57 PM
Analisis GBP/USD – 21 April: Harga minyak $130 per barel

Pada grafik per jam, pasangan GBP/USD kembali melanjutkan penurunan pada hari Selasa dan mencapai level support 1.3513–1.3526, yang dapat dianggap sebagai batas bawah dari channel horizontal yang terbentuk selama dua minggu terakhir. Dengan demikian, pantulan dari zona ini akan mendukung penguatan mata uang Eropa dan melanjutkan kenaikan menuju level korektif 61,8% – 1.3596 serta level resistance 1.3632–1.3641. Penutupan pasangan di bawah level 1.3513–1.3526 akan mengindikasikan bahwa kubu bearish mulai melakukan serangan dengan target awal di area 1.3428–1.3437.

This image is no longer relevant

Skenario gelombang tetap bullish. Gelombang naik terakhir yang sudah lengkap menembus puncak sebelumnya, sementara gelombang turun terakhir hanya mampu menembus sedikit saja di bawah level rendah sebelumnya dalam kondisi pergerakan menyamping. Faktor geopolitik sebelumnya memberi keuntungan hampir penuh kepada kubu bearish selama dua bulan, kemudian latar geopolitik berubah dan kini lebih banyak mendukung kubu bullish. Saat ini, gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung, tetapi situasi mulai bergeser menuju eskalasi konflik dan konfrontasi berkepanjangan. Dalam beberapa minggu ke depan, bull akan kesulitan melancarkan serangan, dan tren bullish akan berbalik jika harga turun di bawah level 1.3513–1.3526.

Latar belakang informasi pada hari Selasa memberikan keuntungan bagi pihak bearish, disebabkan oleh kurangnya kabar baik dari wilayah Timur Tengah. Pasar kembali mengalihkan perhatian pada dollar, dengan kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya kembali konflik antara Iran dan Amerika Serikat, mengingat kedua belah pihak terus memperburuk keadaan dengan saling melontarkan ancaman baru secara berkala. Tidak ada satu pun dari pihak-pihak yang terlibat yang mau mengalah dalam proses negosiasi. Akibatnya, posisi bullish semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Saat ini, pasangan GBP/USD terjaga dari penurunan yang lebih signifikan karena fakta bahwa gencatan senjata secara resmi masih berjalan. Meskipun telah terjadi beberapa pelanggaran, belum ada pertempuran besar yang berlangsung. Namun, jika situasi meningkat dan negosiasi terhenti, pasangan ini dapat merosot jauh di bawah level 1. 3513–1. 3526, yang akan mengubah pola grafik. Juga penting untuk mencatat laporan inflasi AS yang dirilis kemarin, yang membawa satu kesimpulan — data tersebut mulai di luar kendali Fed. Dalam dua bulan terakhir, Indeks Harga Konsumen melonjak dari 2. 4% secara tahunan menjadi 3. 8% secara tahunan. Jika ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut, inflasi bisa saja meningkat mencapai kisaran 5–6%. Apa langkah yang akan diambil Fed dalam situasi ini masih sulit untuk diprediksi. Donald Trump terus mendesak agar ada pelonggaran kebijakan, tetapi dalam kondisi tersebut inflasi dapat melonjak tajam hingga 7–8%.

This image is no longer relevant

Pada grafik 4 jam, pasangan ini telah terkonsolidasi di atas channel tren menurun, yang membuka peluang terbentuknya tren "bullish" yang sepenuhnya. Pantulan pada level Fibonacci 50,0% di 1,3514 dapat memicu serangan bull baru menuju level 1,3597 dan 1,3700. Gambaran grafik pada timeframe 1 jam saat ini lebih informatif, sehingga saya menyarankan untuk lebih fokus mengamati grafik 1 jam. Saat ini tidak terlihat adanya divergensi baru yang berkembang.

Laporan Commitments of Traders (COT):

This image is no longer relevant

Sentimen di kalangan trader "non-komersial" pada minggu laporan terakhir menunjukkan sikap yang lebih "bearish". Jumlah posisi Long yang dimiliki oleh spekulan meningkat sebesar 2. 996, sedangkan jumlah posisi Short bertambah 6. 265. Selisih antara posisi Long dan Short saat ini adalah sebagai berikut: 62 ribu dibandingkan dengan 126 ribu. Selama enam minggu berturut-turut di bulan Februari dan Maret, trader non-komersial secara aktif menambah penjualan dan mengurangi pembelian, yang menyebabkan ketidakseimbangan yang signifikan antara posisi Long dan Short. Dalam beberapa bulan terakhir, pihak yang bersifat bearish telah mengambil kendali, yang cukup wajar mengingat kondisi geopolitik saat ini.

Saya pribadi masih ragu tentang tren "bearish" untuk pound, tetapi saat ini segala sesuatunya tidak lagi terpengaruh oleh indikator ekonomi, kebijakan perdagangan Trump, atau kebijakan moneter bank sentral, melainkan lebih kepada durasi, skala, dan dampak konflik di Timur Tengah. Dalam beberapa minggu terakhir, pasar mulai menyesuaikan diri untuk mengurangi konflik, namun berita terbaru menunjukkan bahwa kita masih jauh dari mencapai gencatan senjata penuh, dan kemungkinan perang bisa kembali berlangsung kapan saja. Dalam situasi seperti ini, kekuatan pihak bearish bisa semakin bertambah.

Kalender berita untuk AS dan Inggris:

  • AS – Producer Price Index (12:30 UTC).

Kalender ekonomi untuk 13 Mei hanya memuat satu rilis minor. Dampak latar belakang ekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Rabu kemungkinan akan sangat lemah.

Prediksi untuk GBP/USD dan saran bagi trader:

Penjualan pasangan ini dimungkinkan ketika terjadi pantulan baru pada grafik per jam dari level 1.3632–1.3641 dengan target 1.3513–1.3526. Target tersebut telah tercapai. Penjualan baru sebaiknya dilakukan ketika terjadi penutupan di bawah level 1.3513–1.3526 dengan target 1.3428–1.3437. Pembelian dimungkinkan jika terjadi pantulan dari level 1.3513–1.3526 dengan target 1.3632–1.3641.

Level Fibonacci dibangun berdasarkan 1.3866–1.3158 pada grafik per jam dan 1.3866–1.3158 pada grafik 4 jam.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.