Lihat juga
25.08.2026 10:15 AMHari ini, emas memasuki fase konsolidasi setelah kenaikan selama empat hari yang dipicu oleh intervensi tak terduga dari U.S. Treasury di pasar obligasi. Logam mulia ini turun 0,4 persen menjadi $4.632,75 per ons, meskipun sebelumnya sempat diperdagangkan di sekitar $4.700 di tengah volatilitas yang tinggi. Perak turun 1,5 persen menjadi $67,93, sementara platinum dan palladium juga mengalami penurunan harga.
Alasan di balik reli ini bukan terletak pada logika klasik imbal hasil, melainkan pada terkikisnya kepercayaan terhadap kondisi keuangan Amerika Serikat. Upaya terbaru untuk mengendalikan biaya pelayanan utang nasional telah kembali memicu kekhawatiran investor terkait inflasi dan dolar, sehingga membuat logam yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih murah bagi banyak pembeli dan menandai kembalinya tema depresiasi yang mendorong lonjakan emas yang cepat tahun lalu.
Kemarin, Menteri Keuangan Scott Bessent, yang sebelumnya menyatakan kesiapan untuk memperluas pembelian kembali seri utang yang lebih mahal, secara tak terduga menahan diri dari memberikan sinyal lebih lanjut pada hari Senin. Hal ini membuat emas kehilangan sebagian keunggulannya, dan fokus kini beralih ke pidato Kevin Warsh pada hari Jumat di Jackson Hole, di mana Ketua Federal Reserve perlu memperjelas pandangannya tentang bagaimana bank sentral seharusnya merespons inflasi yang tetap ada.
Salah satu contoh menonjol tentang bagaimana para investor institusional menafsirkan situasi ini adalah keputusan Fidelity untuk menggandakan kepemilikan emasnya dalam dana tersebut selama tiga minggu terakhir. Perusahaan itu melaporkan bahwa mereka mulai melakukan akumulasi setelah para investor keluar dari obligasi Treasury jangka panjang setelah pertemuan The Fed bulan Juli, ketika bank sentral mempertahankan suku bunga. Dengan kata lain, katalis arus modal berskala besar adalah ketidakpastian seputar kebijakan The Fed, bukan satu indikator ekonomi tertentu.
Rebound yang cukup jelas dalam beberapa minggu terakhir telah mendorong harga logam ini menembus rata-rata pergerakan 200 hari, yang sering ditafsirkan sebagai sinyal teknikal bullish.
Adapun gambaran teknikal emas saat ini, pembeli perlu menembus level resistance terdekat di $4.656. Hal ini akan memungkinkan mereka membidik $4.708, di atas level tersebut penembusan akan menjadi cukup menantang. Target terjauh berada di kisaran $4.738. Jika terjadi penurunan harga emas, pihak bearish akan berusaha merebut kembali kendali atas level $4.607. Jika berhasil, penembusan dari kisaran ini akan memberikan tekanan serius pada posisi bullish dan mendorong emas turun ke area terendah di $4.546, dengan prospek melemah lebih jauh menuju $4.481.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.

