empty
 
 
01.09.2026 12:45 AM
Euro Menghadapi Penurunan di Tiga Sisi

"Kata-kata itu perak, diam itu emas," tetapi di pasar valuta asing, terkadang nuansa saja sudah cukup untuk menjatuhkan harga. Itu yang terjadi pada EUR/USD. Pasangan tersebut merosot setelah pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole, meskipun ia tidak secara resmi memberikan forward guidance langsung apa pun.

Dolar langsung menguat begitu Warsh menyiratkan bahwa pertempuran melawan inflasi belum berakhir. Pernyataannya adalah yang paling bernada hawkish sejak ia memimpin bank sentral pada musim semi, dan para investor menafsirkannya sebagai isyarat kemungkinan kenaikan suku bunga baru. Ketua The Fed tidak melihat tanda-tanda bahwa kondisi pinjaman sedang menahan perekonomian, dan perlambatan inflasi pada musim panas tidak cukup meyakinkannya bahwa tren tersebut sudah stabil.

Menurut data CME Group, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 0,5 poin persentase atau lebih pada Desember melonjak dari 29% menjadi 51%, sementara peluang pengetatan kebijakan moneter pada September naik menjadi 58% dari 35%. Deutsche Bank kini memperkirakan akan ada dua kali pengetatan kebijakan moneter, pada September dan Desember. CIBC menyoroti ironi situasinya: sambil mengecam forward guidance, Warsh justru tanpa sengaja memberikannya.

Perubahan Probabilitas Kenaikan Suku Bunga The Fed pada Bulan September

This image is no longer relevant

Namun, euro tidak berniat untuk menyerah begitu saja. Para "bull" di EUR/USD berhasil memangkas kerugian berkat rumor bahwa sikap hawkish ketua The Fed lebih bersifat gaya komunikasi daripada substansi kebijakan. Meskipun demikian, tekanan terhadap mata uang regional tersebut meningkat dari berbagai penjuru.

Harga minyak ikut menambah kegelisahan. Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir. Pasukan AS menyerang sebuah pulau di Selat Hormuz, sementara Teheran membalas dengan serangan ke Uni Emirat Arab dan Yordania. Harga minyak Brent melesat menembus $90 per barel, dan harga gas Eropa juga naik. Kenaikan harga energi mengancam memicu gelombang inflasi baru di Zona Euro, yang berarti tambahan sakit kepala bagi European Central Bank.

Sementara itu, di Jerman, Kanselir Merz memperingatkan bahwa kemenangan AfD dalam pemilu 6 September di Saxony-Anhalt akan menakut-nakuti para investor internasional dan memukul salah satu kawasan termiskin di negara tersebut. Ketidakpastian politik adalah jenis risiko yang membuat modal lari menjauh, bukan mencari perlindungan di sana.

Dengan demikian, euro berada di antara palu hawkish-nya The Fed dan landasan risiko geopolitik serta politik domestik. Menurut CIBC, satu-satunya perubahan nyata sejak pertemuan FOMC bulan Juli adalah kenaikan harga minyak, yang dapat menghambat The Fed mengambil langkah tegas.

This image is no longer relevant

Akankah euro mampu bertahan menghadapi tekanan tiga arah ini, atau justru tumbang di bawah beratnya keadaan? Saya ragu jawabannya akan muncul sebelum situasi di Jackson Hole dan Selat Hormuz mereda.

Dari sudut pandang teknikal, pada grafik harian, EUR/USD menunjukkan breakout terhadap moving average pertama dan pengujian terhadap support dinamis kedua. Jika upaya menembus level pivot di 1,16 gagal, hal itu akan membuka peluang untuk menambah posisi short yang telah dibuka sebelumnya. Level targetnya adalah nilai wajar di 1,154 dan zona 1,147.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.